Perbedaan Pendidikan Anak Pada Usia Dini

Perbedaan Pendidikan Anak Pada Usia Dini? Pendidikan Anak Usia Dini seringkali diartikan sebagai institusi pendidikan informal sebelum anak memasuki taman kanak-kanak. Padahal, PAUD memiliki makna yang lebih luas dari itu. Pendidikan adalah hal terpenting yang perlu diemban setiap anak, karena amat mempengaruhi masa depannya kelak. Secara garis besar, PAUD alias pendidikan anak usia dini merupakan payung besar yang menaungi playgroup (kelompok bermain) dan taman kanak-kanak (TK). Anak-anak yang dimasukkan pendidikan anak usia dini akan memiliki kemampuan membaca yang lebih baik, kosakata yang lebih kaya, dan kemampuan dasar matematika yang lebih baik. Kesadaran ini pun terbukti meningkat, seiring dengan banyaknya orangtua yang menyekolahkan anak-anak mereka sejak balita.

Lalu, apa bedanya ketiga sekolah tersebut? Pertanyaan itu mungkin sering kali muncul. Coba yuk, pahami istilah-istilah pada perbedaan pendidikan anak usia dini tersebut agar kamu yang sebentar lagi bakal menyekolahkan anak lebih mudah untuk menentukannya!

1. PAUD (Pendidikan Usia Dini)

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, PAUD merupakan akronim dari pendidikan anak usia dini. Di sini, semua anak yang berusia 0-6 tahun dapat mengikuti PAUD karena pendidikan ini bisa jadi pondasi dasar kepribadian anak.

Dalam jenjang sekolah yang juga dikenal dengan istilah pre-school ini, anak usia dini akan diperkenalkan dengan nama warna (merah, biru, kuning, dan lain-lain), bentuk (bulat, segi tiga, persegi, dan lain-lain), serta objek (seperti bagian tubuh yakni, tangan, kaki, mata, dan lain-lain). ├é Selain itu, anak juga dibiasakan belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan lingkungannya dan mengikuti perintah sederhana.

PAUD bertujuan menyiapkan anak untuk memasuki jenjang pendidikan dasar, seperti Sekolah Dasar atau sederajat. Meski demikian, materi utama PAUD bukanlah mengajarkan anak membaca, menulis, ataupun berhitung (calistung), melainkan penanaman nilai jasmani dan rohani yang baik sehingga anak mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan kemampuannya di masa emas (golden age).

2. Playgroup

Setelah melewati jenjang PAUD, orangtua yang mau melanjutkan sekolah usia dini anaknya bisa melanjutkan ke jenjang playgroup. Masih dikategorikan pendidikan non formal, kelompok bermain ini diperuntukkan bagi anak berusia 2-4 tahun.

Di negara lain, contohnya Australia, playgroup merupakan tempat berkumpulnya anak-anak kecil sehingga sekaligus berfungsi sebagai tempat anak pertama kali belajar sosialisasi. Tidak jarang, anak-anak datang dengan ditemani orangtua atau pengasuhnya, selain juga didampingi oleh tenaga pengajar di institusi tersebut.

Anak-anak yang terdaftar dalam playgroup lebih diajarkan untuk mengembangkan motorik, kecerdasan emosial, serta cara bersikap dan berperilaku. Pembelajarannya pun menggunakan metode bermain yang tetap menyenangkan. Kegiatan yang dilakukan di playgroup lebih banyak pada kegiatan fisik, seperti mewarnai hingga bermain di luar ruangan. Meski demikian, kegiatan ini harus dirancang lewat kurikulum yang jelas agar anak mendapat kesempatan bermain yang bervariasi dan cukup waktu sekaligus stimulasi pendidikan yang optimal sehingga semua potensi anak dapat dikembangkan dengan baik.

3. TK (Taman Kanak-Kanak)

Jika anak Anda berusia 4-6 tahun, maka Anda dapat memasukkannya ke taman kanak-kanak (TK). Menurut UU Sisdiknas, TK merupakan jalur pendidikan formal yang juga merupakan bagian dari pendidikan anak usia dini (PAUD).

Berbeda dengan playgroup, anak-anak yang masuk ke TK sudah dapat diajarkan beberapa kemampuan dasar sebagai bekalnya bersekolah di jenjang yang lebih tinggi. Kemampuan yang dimaksud, misalnya membaca, menulis, dan berhitung dengan cara yang tetap menyenangkan dan tidak membuat anak stres.Setiap TK memiliki caranya sendiri dalam mengajarkan kurikulum ini. Namun secara garis besar, pembelajaran yang didapat anak di TK adalah:

  • Anak dapat membaca buku cerita secara mandiri, meski dengan pengucapan yang terbata-bata
  • Anak mengerti konsep matematika dasar, seperti penambahan dan pengurangan
  • Kemampuan sosialisasi anak menjadi terasah
  • Pada beberapa TK, anak juga dibekali dengan skill lainnya, seperti bermain musik, beribadah sesuai agamanya, serta melakukan gerakan olahraga tertentu.

Meski anak sudah disekolahkan sejak usia dini, tak berarti peran orangtua sudah tergantikan setengahnya. Bunda dan ayah tetap harus memantau kegiatan mereka, mengevaluasi cara belajar, serta mendampinginya saat bersosialisasi. Apa yang sudah diajarkan pun, masih perlu kita ulang kembali di rumah hingga anak terbiasa menanamkan hal-hal positif dalam hidupnya.

Tugas mendidik anak tetaplah harus dipegang orangtua sebagai tangan pertama. Selebihnya, PAUD bisa menjadi partner bagi orangtua.

Itulah penjelasan seputar perbedaan pendidikan anak pada usia dini. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam memberikan pendidikan yang layak bagi anak Anda. Semoga Kami dapat membantu anda dalam memenuhi kebutuhan seragam baik untuk PAUD, Playgroup maupun TK, serta kami menyediakan pula perlengkapan-perlengkapan lainnya disini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *